KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga emas mengalami penurunan pada Rabu (26/2) setelah reli rekor sebelumnya.
Sementara investor menantikan data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis akhir pekan ini serta perkembangan terbaru mengenai kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

Baca Juga
Melansir Reuters, per pukul 09:44 a.m. ET (14:44 GMT), harga emas spot turun 0,7% menjadi US$2.894,55 per ons troi.
Baca Juga: Sebulan Harga Emas Antam Naik 5,15 Persen, Hari Ini Ambrol (26 Februari 2025)
Sebelumnya, emas sempat mencapai rekor tertinggi US$2.956,15 pada Senin (24/2) di tengah kekhawatiran perang dagang akibat ancaman tarif impor.
Harga emas berjangka AS juga mengalami penurunan sebesar 0,4% ke US$2.908,10 per ons.
Pada Selasa (25/2), Trump memerintahkan penyelidikan terhadap kemungkinan tarif baru pada impor tembaga guna memperkuat produksi domestik.
Tembaga dianggap sebagai logam strategis yang digunakan dalam kendaraan listrik, peralatan militer, jaringan listrik, dan berbagai produk konsumen lainnya.
Menurut David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, tren bullish pada emas masih berlanjut meskipun saat ini mengalami koreksi.
Baca Juga: Ketidakpastian Meningkat, Harga Emas Naik Tipis Pada Rabu (26/2)
“Kami tidak terkejut melihat periode konsolidasi menjelang rilis data ekonomi penting,” ujarnya.
Saat ini, perhatian investor tertuju pada laporan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang merupakan indikator inflasi utama bagi The Fed.
Data ini dijadwalkan rilis pada Jumat (28/2) dan akan menjadi faktor kunci dalam menentukan kebijakan suku bunga AS ke depan.
Jika inflasi tercatat lebih tinggi dari perkiraan, maka peluang pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed bisa tertunda.
“Emas adalah lindung nilai utama terhadap tekanan inflasi. Jika inflasi terus meningkat, maka emas seharusnya kembali menguat,” tambah Meger.
Tahun lalu, bank sentral AS telah menurunkan suku bunga sebanyak tiga kali, dengan total pemangkasan 75 basis poin.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp 13.000 Menjadi Rp 1.694.000 Per Gram pada Hari Ini (26/2)
Saat ini, pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 54 basis poin hingga akhir tahun 2025, yang berarti kemungkinan dua kali pemotongan masing-masing 25 basis poin, serta peluang tambahan sebesar 20% untuk pemangkasan lebih lanjut.
Menurut Frank Watson, analis pasar di Kinesis Money, kebijakan bank sentral akan menjadi faktor utama dalam menentukan prospek emas ke depan.
“Dalam beberapa tahun terakhir, bank sentral telah menjadi pendorong utama permintaan emas, dan ini akan terus berlanjut,” katanya dalam sebuah catatan.
Selain emas, beberapa logam mulia lainnya juga mengalami penurunan: harga perak turun 0,5% menjadi US$31,57 per ons troi, platinum melemah 0,4% ke US$963 per ons troi, dan paladium turun 0,4% menjadi US$924,01 per ons troi.